High order thinking Skills (HOTs)
Assalamu'alaykum creative teacher
bagaimana kabarnya hari ini?Selama mengajar privat, dengan berbagai karakteristik siswa yang dihadapi, saya selalu menemukan satu pertanyaan yang sama "kak, ujian nasional kenapa susah sih?".
Menanggapi pertanyaan tersebut, menurut saya bukan perkara soal yang terlalu sulit, tetapi siswa yang belum terbiasa dalam menghadapi soal HOTs. Maka hari ini saya akan akan membahas pentingnya High Order Thinking Skills (HOTs) bagi siswa dan bagaimana pembuatan serta penilaiannya.
Soal HOTs adalah soal yang penyelesaiannya butuh daya nalar yang tinggi dengan level kognitif C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi) , dan C6 (mencipta). Maka dalam menyelesaikan soal berbasis HOTs, proses berfikirnya tidak sekedar merujuk, menyatakan kembali, dan mengingat kembali. Tetapi faktanya, banyak guru yang hanya memberikan soal dengan level kognitif rendah (LOTs) sehingga ketika diberikan soal yang butuh analisis tinggi maka siswa tidak bisa mengerjakannya dengan baik.
lalu bagaimana cara membuat soal HOTs?
Creative Teacher bisa menggunakan pertanyaan dan tugas yang tidak familiar bagi siswa dengan banyak konsep pada soal tersebut tetapi saling berhubungan. Sehingga siswa butuh waktu yang lebih lama untuk mnyelesaikan soal tersebut karena perlu dianalisis lebih lanjut. Untuk lebih bermakna maka creative teacher bisa memberikan soal yang berhubungan dengan kehidupan siswa sehari-hari. Misalnya soal tentang limbah rumah tangga. Creative teacher dapat membuat soal dengan menggabungkan konsep pH, Koloid, Stoikiometri, dan organik. Dalam pembuatan soal uraian, 1 soal bisa dibuat bercabang dengan banyak option yang harus diselesaikan secara berurutan. Dalam pembuatan soal pilihan ganda, siswa selain memilih option yang benar harus juga memilih alasan yang benar mengapa memilih option tersebut.
Bagaiamana penilaian soal HOTs?
untuk penilaian uraian, creative teacher bisa membuat rubrik penilaian terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mencegah penilaian yang tidak adil pada setiap siswa. Adakalanya guru dalam mengkoreksi jawaban siswa tidak berada di mood yang baik maka dikhawatirkan akan memberikan dampak penilaian yang tidak baik juga pada jawaban siswa. Maka dengan adanya rubrik, tidak ada penilaian siswa yang berat sebelah.
sekian pembahasan HOTs kali ini, semoga bermanfaat yaa

Comments
Post a Comment