Penilaian Otentik
Assalamu'alaykum Creative Teacher
Bagaimana kabarnya hari ini?
ketika berada di bangku pendidikan SMA, seringkali saya berfikir untuk apa saya mempelajari integral, aljabar, teori atom dll. Saya bisa mengerjakan soal yang diberikan guru tetapi terkadang tidak memahami bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga materi yang dipelajari tidak berada lama di memori akibat pembelajaran yang kurang bermakna. Hal ini terjadi karena penilaian guru masih berupa traditional assessment, Artinya fokus guru hanya mengembangkan kognitif anak tanpa diberi latihan untuk mengembangkan skill yang berhubungan dengan materi di kehidupan sehari-hari. Padahal dalam menilai siswa tidak cukup dengan menilai koginitfnya saja. Guru perlu juga menilai dua aspek lainnya yaitu afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan). Sehingga Creative Teacher mulai sekarang harus menilai siswa secara asli, secara utuh, secara otentik menggunakan authentic assessment.
Ketika menggunakan penilaian otentik, creative teacher bisa mengajarkan siswa "bagaimana cara melakukan sesuatu" bukan hanya sekedar memberi pengetahuan kepada siswa. Sehingga siswa seharusnya diberikan tugas-tugas yang berkaitan dengan kehidupan sehari mereka dengan permasalahan yang kompleks secara berkelompok. Misalnya guru memberikan projek kepada siswa mengenai aplikasi koloid dalam kehidupan sehari-hari maka guru dapat menilai kognitif siswa bedasarkan jawaban-jawaban yang dilontarkan siswa saat presentasi produk, penilaian psikomotor dapat dinilai bedasarkan kemampuan public speaking siwa dalam presentasi produk atau dari hasil produk yang dibuat siswa, sedangkan untuk penilaian afektif dapat dinilai bedasarkan penilaian antar teman yang meliputi penilaian kerjasama, kepemimpinan, dan lain sebagainya yang menunjang sikap siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.
Lalu bagaimana langkah-langkah untuk membuat penilaian otentik?
Terlebih dahulu Creative Teacher perlu untuk mengidentifikasi standar penilaian, lalu memilik tugas otentik apa yang tepat bedasarkan standar penilaian yang dibuat. Setelah itu mengidentifikasi kriteria dari penugasan, dan terakhir yang tidak boleh dilewatkan adalah membuat rubrik penilaian. Rubrik penilaian dapat dibuat holistik (menyeluruh) ataupun analitik (penjabaran penilaian per point).
Sekian Bahasan Kali ini, Jangan lupa untuk memberikan pembelajaran yang kreatif dan bermakna kepada para siswa ya.
semangat terus Creative Teacher^^
Bagaimana kabarnya hari ini?
ketika berada di bangku pendidikan SMA, seringkali saya berfikir untuk apa saya mempelajari integral, aljabar, teori atom dll. Saya bisa mengerjakan soal yang diberikan guru tetapi terkadang tidak memahami bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga materi yang dipelajari tidak berada lama di memori akibat pembelajaran yang kurang bermakna. Hal ini terjadi karena penilaian guru masih berupa traditional assessment, Artinya fokus guru hanya mengembangkan kognitif anak tanpa diberi latihan untuk mengembangkan skill yang berhubungan dengan materi di kehidupan sehari-hari. Padahal dalam menilai siswa tidak cukup dengan menilai koginitfnya saja. Guru perlu juga menilai dua aspek lainnya yaitu afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan). Sehingga Creative Teacher mulai sekarang harus menilai siswa secara asli, secara utuh, secara otentik menggunakan authentic assessment.
Ketika menggunakan penilaian otentik, creative teacher bisa mengajarkan siswa "bagaimana cara melakukan sesuatu" bukan hanya sekedar memberi pengetahuan kepada siswa. Sehingga siswa seharusnya diberikan tugas-tugas yang berkaitan dengan kehidupan sehari mereka dengan permasalahan yang kompleks secara berkelompok. Misalnya guru memberikan projek kepada siswa mengenai aplikasi koloid dalam kehidupan sehari-hari maka guru dapat menilai kognitif siswa bedasarkan jawaban-jawaban yang dilontarkan siswa saat presentasi produk, penilaian psikomotor dapat dinilai bedasarkan kemampuan public speaking siwa dalam presentasi produk atau dari hasil produk yang dibuat siswa, sedangkan untuk penilaian afektif dapat dinilai bedasarkan penilaian antar teman yang meliputi penilaian kerjasama, kepemimpinan, dan lain sebagainya yang menunjang sikap siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.
Lalu bagaimana langkah-langkah untuk membuat penilaian otentik?
Terlebih dahulu Creative Teacher perlu untuk mengidentifikasi standar penilaian, lalu memilik tugas otentik apa yang tepat bedasarkan standar penilaian yang dibuat. Setelah itu mengidentifikasi kriteria dari penugasan, dan terakhir yang tidak boleh dilewatkan adalah membuat rubrik penilaian. Rubrik penilaian dapat dibuat holistik (menyeluruh) ataupun analitik (penjabaran penilaian per point).
Sekian Bahasan Kali ini, Jangan lupa untuk memberikan pembelajaran yang kreatif dan bermakna kepada para siswa ya.
semangat terus Creative Teacher^^

Comments
Post a Comment